Peran Orangtua Dalam Mengembangkan Kreativitas Anak

Peran orangtua yang tepat dalam memupuk kreativitas anak akan menentukan tingkat kreativitas anak. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan unutk mengembangkan kreativitas anak ini menurut Prof. Dr. S. C.Utami Munandar Dipl. Psych. adalah melalui pendekatan 4P yang meliputi aspek Pribadi, Pendorong, Proses dan Produk.

kreativitas anak

Pribadi. Sebagai orangtua atau pendidik,hendaknya menyadari bahwa setiap anak merupakan pribadi yang unik,yang tidak sama antara anak yang satu dengan anak yang lain. Menyamakan anak yang satu dengan anak yang lain berarti mengingkari anak sebagai individu yang tentunya mempunyai keunikan tersendiri. Dari pribadi yang unik ini,diharapkan memiliki ide-ide ataupun produk-produk yang baru. Oleh karena itu,hendaknya orangtua tidak menyamakan atau mengharapkan hasil yang sama pada setiap anak. Di sinilah letak tantangan bagi orangtua untuk menemukan dan mengenali kemampuan ataupun bakat kreativitas yang dimiliki oleh setiap anak serta menghargainya.

Kreativitas merupakan ungkapan dari keunikan individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Kreativitas di sini dikaitkan dengan adanya ciri-ciri kreativitas yang terdapat pada diri individu,yaitu ciri-ciri yang bersifat koginitif atau yang berkaitan dengan kemampuan berpikir dan ciri-ciri yang bersifat efektif atau yang berkaitan dengan sikap dan perasaan. Contoh ciri-ciri individu kreatif yang bersifat kognitif meliputi kelancaran,keunikan, keluwesan, senang melontarkan berbagai gagasan yang beraneka ragam yang lain dari pada yang lain (bahkan sampai cukup mengundang cemoohan dan pandangan sinis karena gagasan dianggap “nyleneh”), trampil menguraikan suatu gagasan yang umum menjadi lebih rinci dan detil,dan sebagainya. Sedangkan mengenai ciri individu kreatif yang bersifat afektif diantaranya seperti adanya keinginan untuk mencoba hal yang baru, tidak takut salah, keras kepala, berani untuk menghadapi resiko, rasa ingin tahu yang besar,bandel,dan lain sebagainya.

Nah,kalau anak Anda memiliki ciri-ciri pribadi yang menonjol seperti ini,maka berbahagialah. Berarti anak Anda memiliki sebuah potensi yang dapat diandalkan untuk menjadi kreatif. Demikian, semoga bermanfaat.

Mengenal Dunia Belajar Anak

Jika kita ingin gambaran tentang dunia belajar anak, maka sekali sekali tidak ada salahnya jika kita berkunjung ke taman kanak kanak atau playgroup. Silahkan cermati dan pelajari dengan seksama, apa saja yang terdapat pada tempat tersebut.

dunia belajar anak
Sebagai kesimpulan, kita akan mendapatkan keceriaan, tawa, tangis, beraneka ragam ekspresi wajah, dan bahkan teriakan teriakan yang tidak menentu. Itulah dunia belajar anak, semua yang dialami oleh pesertanya (anak anak), baik itu tawa atau hal lainnya merupakan proses pembelajaran. Anak anak belajar mengenal satu sama lain dan bersosialisasi melalui permainan, anak belajar tentang ekspresi wajah yang harus dimunculkan dengan melihat ekspresi orang orang di sekitarnya, dan anak anak pun belajar untuk percaya diri dengan teriakannya saat menyanyikan lagu lagu playgroup.

Jika kita melihat sebuah kejadian yang memaksakan anak anak untuk belajar secara resmi, maka dunia belajar anak seperti itu tidak akan efektif, dan akan membuat anak merasa tertekan dengan beban yang diembannya. Karena masa kanak kanak adalah masa dimana dia belajar sambil bermain. Melalui permainan permainan yang dialaminya, dia belajar banyak hal.

Selain lembaga pembinaan seperti playgroup dan TK, keluarga merupakan salah satu dunia belajar anak yang paling dominan, karena anak anak akan lebih banyak menghabiskan waktunya bersama keluarga. Anak akan belajar tentang cara saling menghargai dari sikap saling menghargai yang ditunjukkan ayah dan ibunya. Anak pun akan belajar tentang kasih sayang dan perhatian dari sikap sayang yang ditunjukkan sang ibu. Begitu pun dari upaya ayah untuk memenuhi kebutuhan dan melindungi keluarga, anak pun belajar tentang tanggung jawab dan kerja keras.

Mari kita ciptakan dunia belajar anak yang efektif dan positif, mulai dari lingkungan keluarga kita sendiri. Demi masa depan generasi penerus kita.

Waspadai Berat Badan Bayi Yang Menurun

Tumbuh kembang anak bayi bisa dilihat dari peningkatan berat badan yang ada. Ada cukup banyak cara untuk memantau kesehatan bayi. Tapi,yang termudah dan terjelas adalah dengan mengukur kondisi fisikny. Inilah yang sering kali dikenal dengan nama pengukuran antropometri yang meliputi pengukuran berat badan,panjang badan,lingkar lengan dan juga lingkar kepala.

berat badan bayi menurun

Pembahasan kali ini diutamakan pada berat badan bayi yang kerap menjadi perhatian utama karena nyata terlihat. Namun,ini bukan berarti orang tua boleh mengabaikan tinggi (panjang) badan,lingkar lengan serta lingkar kepala. Ketiga komponen tersebut harus mendapatkan perhatian khusus karena dapat dijadikan sebagai tolok ukur kesehatan sang bayi.

Berat Badan Turun Dulu, Lantas Naik

Bila anda cermati, pada rentang waktu antara 1 hingga 2 minggu setelah bayi lahir, bobot bayi akan berkurang, karena tubuhnya masih banyak mengandung air bawaan dari dalam rahim. Dalam rentang waktu 1-2 minggu tersebut, cairan itu sedikit demi sedikit akan keluar melalui pipis dan otomatis dapat menurunkan berat badan bayi. Tentu saja,angka penurunannya tidak drastis. Dengan begitu,BB si kecil turun,itu merupakan hal yang alamiah. Maka tidak perlu dikhawatirkan.

Di minggu berikutnya,berat badan si kecil relatif terus meningkat, yakni sekitar 750-1.000 gram per bulannya. Setelah usia 3-6 bulan,kenaikannya tidak sebesar itu, yaitu sekitar 500 s/d 600 gram per bulan. Nah,di usia 6 hingga 9 bulan, penambahan berat badannya semakin melambat yaitu sekitar 350-450 gram per bulan. Begitu pula,ketika si kecil berusia 9-12 bulan,penambahannya tak terlalu mencolok,yakni sekitar 150-250 gram per bulannya.

Ketika memasuki usia satu tahun,umumnya penambahan berat badan bayi mulai melambat lagi. Anda harus respon terhadap nafsu makan anak. Tetapi, bukanlah berarti mengalami penurunan. Bobotnya tetap meningkat,hanya perlahan-lahan saja atau tidak sepesat sebelumnya. Yang jelas,orang tua tak perlu kaget atau khawatir. Itu artinya normal saja. Berbagai penelitian terhadap beberapa bayi yang normal dari berbagai ras juga menunjukkan adanya penurunan berat badan direntang usia 0-12 bulan.

Kebutuhan Energi dan Berat Badan

Agar berat badan sang buah hati tetap mengalami peningkatan yang normal dan sesuai dengan pertambahan usianya,berikan ia asupan nutrisi dengan komposisi zat gizi yang seimbang dan adekuat. Maksud adekuat adalah makanan yang dikonsumsi hendaknya mengandung unsur karbohidrat,protein,lemak serta vitamin dan mineral yang cukup. Patut diperhatikan bahwa pada tiap kelompok usia, kebutuhan energi anak tentunya tidak sama. Untuk bayi pada usia 0-6 bulan, maka kebutuhan energinya adalah 550 Kkal per hari. Sedangkan,yang berusia 7-12 bulan,kebutuhan energinya adalah 650 Kkal.

Jenis makanan bayi disesuaikan dengan kemampuannya saat itu. Contohnya,pada usia 0-6 bulan,bayi hanya minum ASI/susu formula,kemudian secara bertahap diberikan bentuk makanan yang lebih bertekstur.mulai dari lembut hingga lebih kasar sesuai dengan kemampuannya. Apabila bobot bayi berkurang,apalagi bila hal tersebut terjadi dalam satu bulan atau bahkan lebih, maka harus dicari penyebabnya. Alangkah baiknya, segera bawa buah hati Anda ke dokter spesialis untuk diperiksa lebih lanjut,apakah jumlah minum/makannya sudah mencukupi kalorinya,ataukah ada penyebab lainnya seperti misalnya penyakit-penyakit tertentu.

Atau anak anda butuh suplemen untuk menambah berat badan seperti madu penggemuk badan anak, tetap konsultasikan hal ini kepada dokter. Jika diperbolehkan, anda bisa mencarinya di toko herbal dikota anda.

Mengembangkan Kreativitas Anak Di Rumah

Mengembangkan Kreativitas Anak Di RumahNilai kreativitas biasanya ada pada semua anak yang masih kecil atau bahkan semenjak lahir, hanya berbeda kadar atau bidangnya saja. Bagaimana Anda dapat merangsang dan meningkatkan kreativitas pada anak Anda? Pertanyaan ini sangat menarik untuk dibicarakan. Sebagaimana telah disinggung di depan bahwa kemampuan-kemampuan kreativitas seorang anak telah tertanam pada dirinya sebelum ia terkena pengaruh lingkungan,sebelum masuk sekolah. Dengan merangsang seorang anak untuk meraba,mendengar,melihat,meneliti,ataupun mencoba sesuatu,maka sebagai orangtua,Anda telah berusaha merangsang kreativitas anak. Kreativitas yang ada pada anak perlu dipupuk agar tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.

Seorang profesor di bidang Ilmu Pendidikan di salah satu Universitas di Amerika Serikat, telah menyebutkan bahwasannya semua anak belajar melalui uji coba (trial and eror). Dengan cara tial and eror ini, seorang anak diharuskan untuk selalu mencoba. Dalam mengadakan uji coba,seringkali anak mengalami kegagalan. Dan dalam upaya mencoba kembali,pertolongan orangtua sangat dibutuhkan oleh seorang anak. Sebagaimana proses berjalannya seorang anak,ketika anak Anda belajar berjalan,berulangkali anak Anda jatuh dan bangun untuk mengangkat kakinya selangkah demi selangkah. Lama anak Anda bergumul,berusaha,pantang menyerah untuk terus mencoba dan akhirnya anak Anda dapat berjalan sendiri tanpa bantuan Anda. Banyak proses seperti ini dilalui oleh anak tanpa motivasi aktif dari Anda selaku orangtua. Hal ini merupakan suatu bukti bahwa kemampuan kreativitas seorang anak sudah ada semenjak bayi lahir.

Masih banyak tanda-tanda kreativitas lain yang dapat Anda temui pada anak kecil. Selain rasa ingin tahunya yang besar dengan mengajukan berbagai pertanyaan secara terus menerus,keinginannya untuk selalu bereksperimen susah dibendung,anak juga peka terhadap hal-hal yang diraba,didengar,dilihat,serta segala yang ia alami. Kepekaan yang ada pada anak ini perlu sekali ditemukan oleh orangtua untuk kemudian ditingkatkan agar dapat berkembang pada diri anak, karena kepekaan yang ada pada setiap anak tidaklah sama. Dan ingat,hampir semua peneliti sepakat pada dua hal. Pertama,semua anak kecil yang sehat dan normal mempunyai kreativitas. Kedua,kreativitas dapat ditingkatkan melalui rangsangan,kesempatan dan latihan. Oleh karena itu,perlu kiranya orangtua menyadari pentingnya hal ini. Mendidik dan melatih anak harus dimulai di lingkungan rumah tangga dari semenjak usia dini. Di sini orang yang paling banyak berhubungan dengan anak adalah ibu. Maka ibu sebagai seorang pendidik pertama dan utama bagi anaknya sangat berperan di dalam merangsang,meningkatkan dan mengembangkan kreativitas anak.

Pengalaman anak dalam berpikir kreatif di antaranya dapat terlihat ketika seorang bayi memegang sebuah benda. Benda yang dipegang oleh bayi tersebut terkadang diangkat-angkat,atau diputar-putar,atau digoncang-goncangkan secara berulang-ulang. Kemampuan ini perlu dirangsang dan diarahkan sejak anak masih bayi. Sebagai orangtua,Anda tidak perlu menghalangi kegiatan atau kreativitas anak Anda,tetapi Anda perlu menuntun dan melatih mereka dalam arah yang benar. Berikan sesuatu kepada anak Anda agar tangannya bekerja,dan pikirannya berpikir untuk mengerjakan sesuatu. Jangan sia-siakan usia anak berlalu tanpa ada manfaatnya bagi perkembangan anak Anda. Dan menurut Dr. E. Paul Torrance, kreativitas pada anak mulai meningkat sejak anak berusia tiga tahun,serta mencapai puncaknya pada usia sekitar empat sampai lima tahun. Kreativitas bukan hanya meliputi bakat dalam bidang seni musik ataupun dalam seni lukis saja,akan tetapi meliputi cara berpikir kretif dalam setiap bidang;keinginan mengadakan eksperimen dan eksplorasi,rasa ingin tahu serta imajinasi anak.